Tuesday, April 17, 2018

10 macam macam alat jaringan dan fungsinya

Inilah macam-macam alat jaringan komputer dan fungsinya, antara lain sebagai berikut ini :

1. NIC (Network Interfaces Card)

NIC atau Network Interfaces Card yang lebih sering disebut LAN Card adalah sebuah kartu yang mempunyai fungsi untuk menjembatani komputer dengan sebuah jaringan yang tersedia. NIC ini berupa papan elektronik yang biasanya sudah terpasang pada setiap komputer atau laptop masing-masing. Jaringan yang dimaksud tidak hanya terbatas untuk LAN (Local Area Network) saja, tetapi bisa juga untuk jaringan yang lebih luas.

2. HUB

HUB merupakan suatu alat yang menghubungkan beberapa komputer dalam suatu jaringan local. Alat ini dibuat untuk jaringan yang sederhana karena hanya bisa menyambungkan beberapa komputer dalam satu IP saja. 
  • Memecahkan jaringan dari server menuju komputer client atau user
Hub akan membantu memecahkan jaringan dari satu server, menuju ke lebih dari satu komputer client yang terdapat di dalam jaringan tersebut.
  • Mentransmisikan jaringan dari server
Setelah jaringan terpecah pada hub, maka tugas utama dari hub pun mulai terlaksana, yaitu melakukan proses transfer atau transmisi dari paket data, yang dimulai dari server menuju ke komputer host atau client.
  • Menjadi penguat sinyal transmisi paket data (pada smart hub)
Fungsi tambahan pada hub terletak pada smart hub atau yang juga dikenal dengan nama hub aktif. Smart hub dapat memperkuat sinyal transmisi paket data dari server menuju komputer client, sehingga dapat menghindari terjadinya gangguan dan lambatnyaproses transfer data pada jaringan LAN.

Berkat adanya hub, maka akan banyak komputer yang bisa saling terhubung dengan jaringan LAN dan juga terhubung dengan server, sehingga hal ini dapat menambah kepraktisan dari pembuatan sebuah jaringan LAN.

3. SWITCH

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, Switch ini mempunyai prinsip yang sama dengan HUB yaitu menghubungkan beberapa komputer dalam satu jaringan, dan satu IP pula. Cara kerja nya pun sama, untuk perbedaan antara dua alat ini hanya ada pada switch yang lebih pintar dan harganya yang sedikit lebih mahal dibandingakan HUB.
 Berikut ini adalah beberapa fungsi switch dalam jaringan komputer:
  1. Menerima Sinyal dan Data dari Komputer
Sama seperti hub, switch juga memiliki fungsi yang penting dalam menerima sinyal dan juga data yang dikeluarkan oleh suatu komputer yang biasanya memiliki peran sebagai server atau host. Ketika sinyal sudah mulai dikeluarkan, maka switch akan menerimanya dan siap untuk mentransmisikan sinyal tersebut ke seluruh komputer yang sudah terhubung ke dalam suatu jaringan.
  1. Mentransmisikan Data Dari Server ke dalam Jaringan
Merupakan proses selanjutnya yang dilakukan oleh switch. Ya, fungsi switch berikutnya adalah untuk membantu mentransmisikan data berupa sinyal – sinyal yang keluar dari server ataupun host menuju komputer atau client yang sudah terhubung ke dalam jaringan tersebut. Dengan begitu, maka setiap komputer yang sudah terhubung ke dalam jaringan dapat mengakses informasi dan juga data yang dimiliki oleh server ataupun host.
  1. Memperkuat Sinyal Transmisi Dari Server Menuju Client
Fungsi berikutnya dari switch adalah dapat membantu memperkuat sinyal yang ditransmisikan. dengan menggunakan tampahan energi listrik, maka switch akan memiliki fungsi seperti hub aktif, yang dapat memperkuat sinyal yang ditransmisikan ke dalam jaringan. Hal ini tentu saja akan sangat berguna bagi para user, karena akses yang diperoleh akan menjadi lebih cepat dan juga lebih baik karena sinyal yang ditransmisikan akan menjadi lebih sempurna.
  1. Mengatur dan Membatasi Jumlah paket data Transmisi ke Client
Merupakan fungsi dari switch yang tidak dimiliki oleh hub. Karena fungsi inilah, switch seringkali dikenal dengan istilah smart hub. Switch dapat membantu membatasi dan juga mengatur paket data yang akan ditransmisikan ke komputer tertentu. Seperti contoh diatas, data yang dimiliki oleh server bisa dibatasi jumlahnya, sehingga ada beberapa client dalam satu jaringan yang tidak akan memperoleh informasi tertentu.

  1. Sebagai Central Connection Point
Fungsi switch berikutnya, masih sama seperti fungsi dari hub, yaitu sebagai central connection point. SInyal – sinyal data dari server atau host akan disentralisir d dalam perangkat switch ini, yang kemudian akan menyelurkannya ke dalam jaringan. Sebagai central connection point, maka apabila terjadi kerusakan pada perangkat keras switch, akan berpengaruh ke jaringan komputer secara keseluruhan. Ketika hal ini terjadi, maka kemungkinan seluruh jaringan komputer akan mengalami gangguan, seperti koneksi yang terputus, atau koneksi yang melambat.
  1. Berfungsi Sebagai Repeater
Fungsi dapat terjadi apabila anda ingin menambah jarak dari network atau jaringan yang anda bangun. Dengan memanfaatkan switch, maka anda bisa menambah jarak dari cakupan jaringan yang anda bangun, sehingga tidak perlu menggunakan kabel yang telalu panjang.
  1. Sebagai  Splitter atau Pemisah
Switch juga memiliki fungsi sebagai pemisah atau splitter dari jaringan. Misalnya, ketika anda memiliki rumah dengan 2 lantai, maka anda dapat menggunakan switch untuk fungsi splitter alias pemecahan. Itulah beberapa fungsi dari Switch. 

4.  MODEM

Modem merupakan alat yang digunakan sebagai penghubung jaringan personal atau local dengan internet. Dalam menjalankan tugasnya, modem akan mengubah data digital kedalam data analog yang bisa dipahami oleh kita manusia maupun sebaliknya.

5. ROUTER

Router merupakan alat yang digunakan untuk menyaring atau memfilterkan data yang ada dalam jaringan berdasarkan aturan atau protocol tertentu. Router juga dapat memberikan gateway pada setiap jaringan yang terhubung dengan Router guna menjangkau jaringan yang lebih luas. Tidak jauh beda dengan HUB/Switch, alat ini juga bisa digunakan untuk menghubungkan jaringan yang lebih luas seperti MAN dan WAN.

Fungsi Router dalam Jaringan Komputer

Fungsi router adalah menghubungkan 2 jaringan atau lebih untuk menyalurkan data informasi dari jaringan satu ke jaringan lainnya. Dalam proses penyaluran sinyal data informasi tadi, perangkat baik yang menerima atau yang mengirim harus terkoneksi dengan internet.
Fungsi utama dari router sendiri yakni sebagai pembagi atau penyalur IP address secara stastis atau memakai DHCP  kepada seluruh perangkat komputer atau laptop yang terhubung pada perangkat router tadi. Setelah fungsi dari router tadi berjalan, maka setiap komputer yang terhubung memiliki IP address yang unik sehingga dapat digunakan untuk melakukan browsing, setting LAN dan internetan.
Penggunaan router sendiri paling sering kita temui pada warnet, perkantoran, administrasi sekolah, perhotelan dan berbagai usaha atau tempat yang menggunakan fasilitas layanan internet. Teknologi router sendiri sekarang ini sudah lebih modern dan canggih dengan adanya fungsi wireless. Dengan kelebihan ini, setiap perangkat atau gadget yang mampu menangkap sinyal gelombang radio, dapat menerima gelombang radio yang dipancarkan router sehingga anda bisa langsung terhubung dengan internet.

6.  BRIDGE

 Bridge merupakan perangkat yang berfungsi sebagai penghubung beberapa jaringan yang terpisah, baik jaringan yang sama maupun berbeda (Seperti Ethernet dan Fasthernet). Bridge ini memetakan suatu alamat Ethernet dalam setiap node (titik) pada masing-masing segmen jaringan dan hanya membolehkan lalu lintas data yang diperlukan untuk melintasi bridge.


7.  Tang Crimping

  Tang crimping adalah peralatan yang digunakan untuk meng-crimping RJ45 yang sudah terpasang dengan benar di kabel UTP dengan fungsi sebagai berikut:
- Untuk memotong kabel
- Untuk mengelupas kulit kabel
- Untuk meng-crimping RJ45

8.  Kabel Coaxial

Kabel coaxial merupakan salah satu jenis kabel jaringan komputer yang klasik, dan saat ini sudah hampir tidak pernah digunakan lagi untuk penggunaan jaringan kabel pada sebuah sistem jaringan komputer. Kabel coaxial merupakan jenis kabel yang terdiri dari kawat tembaga, yang dilapisi olej isolator, konduktor, dan kemudian pada bagian luar dari kabel coaxial ini dilindungi dengan menggunakan bahan PVC. Sekila, kabel coaxial ini juga sama seperti kabel antenna televisi.

Penggunaan kabel Coaxial
Dalam penggunaannya di dalam jaringan, kabel coaxial saat ini sudah tergantikan oleh fungsi kabel Twisted Pair yang akan dibahas setelah ini. Biasanya, kabel coaxial ini digunakan pada jenis jaringan yang memilki topologi jaringan bus dan juga topologi ring.

Penggunaan dari kabel coaxial yang sudah jarang digunakan ini tidak lain merupakan konsekuensi dari beberapa kelemahan yang dimilki oleh kabel coaxial itu sendiri.

Kelemahan kabel coaxial
Salah satu kelemahan utama dari jens kabel coaxial ini di dalam jaringan adalah karena memiliki jangkauan dan juga kualitas pentransmisian data yang terbatas, sehingga sudah jarang digunakan. Selain itu, kabel coaxial juga dinilai kurang fleksibel, terutama apabila dibandingkan dengan kabel twisted pair.

8.  Kabel UTP , STP , FTP

 twisted pair, kabel jenis ini memiliki bentuk fisik berupa pasangan dari kabel kabel yang dipasang secara berilit satu sama lain, membentuk spiral. Kabel jenis ini merupakan jenis kabel yang saat ini paling banyak dan juga umum digunakan untuk pembuatan sebuah jaringan local atau LAN.

Kabel twisted pair memiliki 3 jenis kabel utama, berikut ini beberapa jenis kabel twisted pair, beserta ciri – cirinya

UTP (unshielded twisted pair)
Kabel UTP dalam aplikasinya tidak mendukung sebuah perlindungan atau proteksi dari kumpulan spiralnya. Karena tidak memilki perlindungan apapun pada bagian kabelnya, maka kabel jenis UTP ini memiliki kelemahan utama, yaitu sangat rentan dan juga sensitive terhadap voltase tinggi dan juga medan magnet. Kabel UTP banyak digunakan pada kabel jaringan telepon, dan juga jaringan LAN kecil. 
 
FTP (foiled twisted pair)
FTP memiliki spesifikasi yang lebih baik dibandingkan dengan kabel UTP, karena lapisan kabelnya dilindungi oleh semacam foil, sehingga hal ini membuat kabel jenis FTP memiliiki ketahanan yang lebih baik terhadap noise dan gangguan magnetic dibandingkan dengan kabel UTP

STP (shielded twisted pair)
Hampir sama dengan kabel FTP, kabel STP juga memiliki perlindungan di dalam lapisan kabelnya. Yang membedakan hanyalah bahan yang digunakan untuk melapisi susunan kabel twisted pairnya. STP juga memiliki kemampuan yang baik dalam menangkal noise dan gangguan magnetic.


Meskipun secara praktis kabel FTP dan juga kabel STP memilki banyak sekali keunggulan dibandingkan dengan UTP, namun demikian, kabel UTP masih menjadi favorit dalam penggunaannya di sebuah jaringan komputer. Hal yang membuat kabel UTP masih banyak digunakan adalah faktor ekonomis, dimana kabel jenis UTP memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan kabel FTP dan jga STP. Hal ini menyebabkan kabel UTP masih menjadi pilihan pertama dalam pembuatan jaringan.

9. Fiber Optik


Jenis kabel jaringan yang ketiga adalah kabel jaringan fiber optic. Kabel fiber optic ini merupakan jenis kabel yang terdiri atas kumpulan serat – serat fiber, dengan ukuran yang lebih kecil dan juga lebih fleksibel dibandingkan dengan kabel twisted pair.

Penggunaan Kabel fiber optik
Pada awalnya, kabel fiber optik hanya digunakan untuk keperluan khusus, seperti penggunaan pada jaringan backbone pada suatu perusahaan besar. Namun lama kelamaan, jaringan dengan menggunakan fiber optic menjadi semakin populer dan digunakan untuk keperluan jaringan secara umum, bahkan saat ini jaringan internet di rumah anda pun sudah banyak yang mendukng konektivitas menggunakan fiber optic

Keunggulan dan kelemahan Fiber Optik
Meskipun banyak digunakan secara luas, namun demikian kabel fiber optic di dalam suatu jaringan memiliki beberapa keunggulan, sekaligus kelemahannya. Berikut ini beberapa kelemahan dan juga keunggulan dari kabel fiber optic :

Kelebihan
- Mampu mentransmisikan sinyal dengan kecepatan tinggi
- Simple dan juga fleksibel
- Dapat mentransmisikan sinyal cahaya
- Tahan terhadap gelombang radio

Kekurangan
- Harga instalasi yang tinggi
- Tidak semua provider mau mendukung jaringan menggunakan fiber optic
- Apabila digunakan pada jaringan sederhana dan kecil, tidak akan berpengaruh banyak
- Kecepatan transmisi masih dibatasi oleh provider




Read More

Pengertian Jaringan komputer

www.kreatif-coding.com

Secara sederhana,  Pengertian jaringan komputer  adalah sekumpulan komputer berkomunikasi  satu sama lain melalui media jaringan secara bersama-sama untuk tujuan sharing data dan peralatan

Secara eksplisit Pengertian jaringan komputer sebagaimana dikutip dari Situs Techi Wire House bahwa “Jaringan komputer adalah kumpulan dua atau lebih komputer yang terhubung dan ketika komputer ini bergabung dalam jaringan, maka orang dapat berbagi file dan peripheral seperti modem, printer, tape drive cadangan, atau CD-ROM drive. Secara luas jaringan komputer bisa terhubung kebeberapa lokasi yang terhubung dengan  menggunakan layanan yang tersedia dari Perusahaan penyedia Layanan Internet, sehingga jaringan komputer dapat mengirim e-mail, berbagi link ke Internet global, atau melakukan konferensi video secara real time dengan pengguna jarak jauh lainnya”.

Pengertian Jaringan Komputer menurut Kamus Besar dan Pakar
Pengertian jaringan Komputer menurut  adalah sekelompok dari dua atau lebih sistem komputer yang dihubungkan bersama-sama   (A network is a group of two or more computer systems linked together). Definition Network By wabopedia. Com

Simple english wikipedia mengartikan Jaringan komputer adalah sebuah sekumpulan dari beberapa komputer dihubungkan secara elektronik. hal Ini bermakna bahawa komputer dapat “berkomunikasi” antara satu sama lain dan tiap-tiap komputer dalam jaringan dapat mengirim informasi kelainnya. Sebuah jaringan komputer adalah sekelompok komputer lebih terhubung satu sama elektronik, ini berarti bahwa kecepatan koneksi cepat – lebih cepat dari koneksi normal ke Internet

A computer network is a group of more computers connected to each electronically. This means that the computers can “talk” to each other and that every computer in the network can send information to the others. Usually, this means that the speed of the connection is fast – faster than a normal connection to the Internet

Sedangkan Ensiklopedia bebas Indonesia memberikan pengertian jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU), berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi bersama.

Menurut Izaas el Said pakar jaringan komputer mengatakan Pengertian jaringan Komputer adalah Sebuah sistem di mana komputer yang terhubung untuk berbagi informasi dan sumber daya.  Koneksi dapat dilakukan sebagai peer-to-peer atau client / server, biasanya hubungan antara komputer ini lebih cepat dari umumnya koneksi internet.

John Gage, chief researcher dari Sun Microsystems, (1984) memberikan Pengertian jaringan komputer adalah hubungan dari dua atau lebih komputer, dan perangkat lainnya (seperti printer, hard drive eksternal, modem dan router), yang terhubung bersama sehingga mereka dapat berkomunikasi saling berkomunikasi /perintah pertukaran dan berbagi data, perangkat keras dan sumber daya lainnya.

Salah seorang Pakar Telematika Dosen dari Universias kebangsaan Malaysia mendefinisikan pengertian Jaringan Komputer: Sebuah sistem jaringan komputer melibatkan dua buah komputer yang dihubungkan dengan menggunakan media online  atau online telepon.  Sedangkan sistem jaringan yang rumit atau kompleks tergantung pada imajinasi masing-masing.  Khususnya, jaringan komputer berarti semua node seperti server (server), stasiun kerja (workstation), printer (printer) dan sebagainya dihubungkan satu sama lain dengan tujuan untuk berbagi informasi dan bahan. Dengan kata lain, informasi yang ada pada pengguna A dapat disebarkan kepada penguna lain dan begitu juga sebaliknya.

Kesimpulannya pengertian jaringan Komputer adalah  sekelompok komputer atau lebih terhubung satu sama lain secara elektronik. Setiap jaringan Komputer memiliki pola atau bentuk desain yang diistilahkan dengan topologi jaringan komputer. Sebuah jaringan komputer, juga disebut hanya sebagai jaringan yang terdiri dari dua atau lebih komputer, dan perangkat lainnya biasanya juga (seperti printer, hard drive eksternal, modem dan router), yang terhubung bersama sehingga mereka dapat berkomunikasi satu sama lain dan dengan demikian perintah pertukaran dan berbagi data, perangkat keras dan sumber daya lainnya. komputer dapat “berkomunikasi” satu sama lain artinya  setiap komputer di jaringan dapat mengirimkan informasi ke yang lain.  Sekian dan semoga bisa memberi pemahaman kepada kita dari berbagai sumber mengenai Pengertian Jaringan Komputer


sumber:http://jaringankomputer.org/pengertian-jaringan-komputer/
Read More

Monday, April 16, 2018

Pengertian DML dan perintahnya

www.kreatif-coding.com




A. Pengertian Data Manipulation language (DML)

Data Manipulation Language (DML) merupakan query yang digunakan untuk memanipulasi data seperti menampilkan data, mengubah data, atau mengisi data.

B. Perintah-Perintah Manipulation Language

INSERT

Perintah INSERT digunakan untuk memasukkan data ke dalam table Sintaks yang dipakai adalah :


INSERT INTO Nama_Tabel ([Daftar_Kolom]) VALUES (Daftar Nilai)

Contoh : Mengisi data Kasir


INSERT INTO Kasir VALUES ('K0001','KARNO','abc123')


UPDATE

UPDATE digunakan untuk melakukan perubahan pada data. Sintaks umum yang biasa digunakan:


UPDATE nama_tabel SET kolom1=nilai1 ,…, kolomN=nilaiN WHERE kondisi

Contoh:

Mengganti nama dan alamat kasir yang memiliki kode kasir K0001


UPDATE kasir SET nama='Buyut', pass='jogjaberhatinyaman' WHERE kode_kasir='K0001'

Catatan:

menggunakan perintah UPDATE yang tidak menyertakan klausa WHERE akan mengakibatkan semua data dalam tabel yang dirujuk akan diganti dengan nilai yang diisikan.

DELETE

DELETE digunakan untuk melakukan penghapusan pada data. Sintaks umum yang biasa digunakan:


DELETE FROM nama_tabel WHERE kondisi

Contoh:

Menghapus data kasir yang mempunyai kode kasir D0003


DELETE FROM kasir WHERE kd_kasir='K0003'

Catatan:

perintah DELETE yang tidak menyertakan klausa WHERE akan mengakibatkan semua data dalam tabel yang dirujuk akan terhapus.

Retrieving Data / Menampilkan Data/ KLAUSA SELECT

SELECT merupakan query yang digunakan untuk mengambil data atau menampilkan data. Data yang telah diambil atau dipilih boleh saja ditampilkan dalam aplikasi yang kita buat atau

digunakan untuk kontrol program.

Sintak umum dari SELECT adalah sebagai berikut :


SELECT daftar_Kolom FROM nama_Tabel [WHERE kondisi ORDER BY nama_kolom

Contoh :

Menampilkan data-data dari tabel kasir


SELECT * FROM kasir



Klausa WHERE

WHERE Digunakan untuk menyatakan kondisi yang harus dipenuhi oleh sebuah record data

yang akan dipilih oleh perintah SELECT.

Sintaks UMUM :


SELECT daftar_Kolom FROM nama_tabel WHERE kondisi

Operator yang digunakan untuk klausa WHERE adalah sebagai berikut :

Operator Pengertian Operator Pengertian
=  Sama Dengan  BETWEEN Diantara Dua Nilai

<> Tidak  Sama Dengan LIKE Mencari Bagian yang sama

> Lebih Besar AND Menggabungkan Dua Kondisi
< Lebih Kecil NOT Menolak Kondisi

>= Lebih Besar atau OR Syarat Kondisi Sama Dengan  Untuk Setiap Pilihan
<= Lebih Kecil atau Sama Dengan



Klausa DISTINCT

Apabila kita ingin menampilkan data tetapi data yang sama tidak ditampilkan berulang-ulang

maka kita bisa menggunakan kata kunci DISTINCT. Perintah ini dilakukan jika terdapat

banyak data yang sama dalam satu kolom.

Sintaks umum :


SELECT DISTINCT (nama_kolom) FROM nama_tabel


Klausa BETWEEN

Perintah ini jika kita ingin mengambil beberapa data yang terletak antara nilai dalam klausa BETWEEN. Hanya berlaku pada data yang bertipe numeric dan string. Sintaks UMUM :



SELECT daftar_Kolom FROM nama_tabel WHERE kondisi BETWEEN batas_awal AND batas_akhir

Klausa TOP

Perintah ini digunakan untuk menampilkan beberapa data paling atas dari hasil SELECT.

Misalnya kita ingin menampilkan 3 data paling atas saja.

Sintaks umum :


SELECT TOP n daftar_kolom FROM nama_tabel [WHERE kondisi]


Klausa AS

Digunakan untuk menampilkan kolom dengan nama lain. Misal Sintaks umum :


SELECT nama_kolom AS nama_kolom_ditampilkan FROM nama_tabel [WHERE kondisi]


Klausa IS NULL atau IS NOT NULL

NULL adalah nilai dari sebuah field atau kolom yang tidak memiliki data apapun. NULL tidak sama dengan sebuah karakter spasi dan atau nilai 0 pada data numeric. Sintaks umum :

SELECT daftar_kolom FROM nama_tabel WHERE nama_kolom IS NULL

Klausa ORDER BY

ORDER BY digunakan ntuk mengurutkan data-data dari hasil SELECT. Proses pengurutan dapat dilakukan secara ASCending maupun DESCending. Secara default pengurutan dilakukan secara ascending.


SELECT daftar_kolom FROM nama_tabel
[WHERE kondisi] ORDER BY nama_kolom [ ASC | DESC ]


Klausa LIKE

LIKE digunakan untuk mengambil data dengan pencarian data yang memiliki bagian yang sama dalam klausa LIKE tersebut. Dengan menggunakan kondisi LIKE karakter apapun dapat dicari, dapat berupa satu, dua, atau semua karakter yang ada didalam string yang akan dicari. Ada beberapa hal yang harus diketahui dalam klausa LIKE, diantaranya :

Tanda % (percent)

Tanda % digunakan untuk mewakili semua karakter. Tanda ini bisa diletakkan di bagian

depan, tengah maupun belakang.

Contoh :

Menampilkan data kasir yang namanya memiliki karakter pertama huruf ‘E’ SELECT * FROM pelanggan WHERE nama LIKE 'E%'


Menampilkan data kasir yang namanya memiliki karakter terakhir huruf ‘O’ SELECT * FROM pelanggan WHERE nama LIKE '%O'


Tanda _ (underscore)

Tanda _ digunakan untuk mewakili sebuah karakter. Tanda ini juga bisa diletakkan di bagian

depan, tengah maupun belakang.

Contoh :

Misalnya dari tabel kasir yang ada, apabila kita ingin menampilkan data kasir yang memiliki nama dengan karakter kedua adalah ‘U’, maka bisa digunakan perintah:


SELECT * FROM pelanggan WHERE nama LIKE '_U%'

Wildcard

Dalam memasukkan data ke tabel dalam database, sangat mungkin terjadi kesalahan

penulisan ataupun adanya perbedaan pelafalan. Sebagai contoh, ada yang menyebut

‘November’ dengan ‘Nopember’, ‘Februari’ dengan ‘Pebruari’ atau ‘Yogyakarta’ dengan

‘Jogjakarta’ atau bahkan hanya ‘Yogya’ ataupun ‘Jogja’.

Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, kita bisa menggunakan wildcard dimana

semua elemen (yang mungkin digunakan untuk input data) dipakai melalui satu sintaks.

Untuk kasus di atas, berikut pemecahannya:


SELECT * FROM pelanggan WHERE alamat LIKE ‘[JY]og[jy]a%’


Perintah tersebut akan menghasilkan keluaran yang memuat semua kemungkinan penulisan nama kota Yogyakarta. Permutasi akan menghasilkan kemungkinan sebagai berikut :


Jogja%
Jogya%
Yogya%

Yogja%

Sementara % mewakili semua karakter sesudah huruf ‘a’.

Beberapa hal yang harus diketahui dalam wildcard antara lain :

1. Karakter [ ].

Karakter [ ] digunakan untuk mempresentasikan karakter yang terdapat didalam tanda [ ]. Data yang tampil akan mengikuti kondisi LIKE atau NOT LIKE.

2. Karakter [ ^ ].

Karakter [ ^ ] digunakan untuk menampilkan karakter yang tidak disebutkan didalam tanda [ ]. Tanda ^ berguna sama seperti karakter NOT.

Klausa GROUP BY dan GROUP BY HAVING

GROUP BY digunakan untuk mengelompokkan beberapa baris data yang memiliki kesamaan. Sedang HAVING digunakan jika yang ditampilkan hanya hasil group dengan kondisi tertentu

Sintaks umum :


SELECT daftar_kolom FROM nama_tabel GROUP BY nama_kolom [HAVING kondisi]


JOIN

Join merupakan sebuah operasi yang digunakan untuk mendapatkan data gabungan dari dua tabel atau lebih. Operasi ini digunakan dalam perintah SELECT dan biasanya dipakai untuk memperoleh data secara detail dari tabel-tabel yang saling terkait (memiliki relasi). Misalnya karena tabel jadwal_kasir hanya memuat kode kasir saja tanpa nama kasir, maka kita harus melakukan join dengan tabel kasir yang memuat nama kasir. Terdapat 3 jenis join yaitu :


Cross Join (Cartesian Join)

Cross join menghasilkan output berupa kombinasi dari semua baris yang terdapat dalam tabel-tabel yang digabungkan baik yang berpasangan maupun yang tidak berpasangan. Pada kenyataannya join jenis ini jarang bahkan tidak pernah dipakai. Meskipun begitu, jenis join inilah yang merupakan dasar dari join antar tabel.

Syntax


SELECT tabel_1.kolom, tabel_2.kolom FROM tabel_1, tabel_2

atau


SELECT tabel_1.kolom, tabel_2.kolom FROM tabel_1 CROSS JOIN tabel_2

Inner Join

Inner join menghasilkan output berupa kombinasi baris-baris yang memiliki pasangan saja.

Kombinasi baris yang tidak berpasangan akan dieliminasi atau tidak digunakan. Baris-baris

yang tidak memiliki pasangan pada tabel lainnya juga tidak dimunculkan.


SELECT tabel_1.kolom, tabel_2.kolom
FROM tabel_1 INNER JOIN tabel_2
ON tabel_1.kolom_kunci_1=tabel_2.kolom_kunci_2

Outer Join

Outer join hampir sama dengan inner join, hanya saja baris yang tak memiliki pasangan tetap akan ditampilkan. Outer join dibagi menjadi tiga, yaitu: Operasi outer join terbagi menjadi tiga jenis yaitu :

1. LEFT JOIN

Data yang ada pada tabel sebelah kiri akan ditampilkan semua sesuai pasangannya, jika ada data yang tidak memiliki pasangan, pada tabel sebelah kanan akan diisikan NULL.

2. RIGHT JOIN

Data yang ada pada tabel sebelah kanan akan ditampilkan semua sesuai pasangannya, jika ada data yang tidak memiliki pasangan, pada tabel sebelah kiri akan diisikan NULL.

3. Full outer join

Semua data dari tabel-tabel yang di join ditampilkan, baik itu yang secara left outer join, right outer join maupun inner join.

Syntax


SELECT tabel_1.kolom, tabel_2.kolom

FROM tabel_1 [LEFT|RIGHT|FULL OUTER JOIN] tabel_2 ON tabel_1.kolom_kunci_1=tabel_2.kolom_kunci_2


Alias Tabel

Alias tabel merupakan cara yang digunakan untuk mempersingkat penulisan nama-nama tabel. Alias tabel berarti mengganti nama tabel dengan nama yang lebih singkat (biasanya kode huruf). Biasa dipakai untuk menampilkan beberapa kolom dari beberapa tabel yang akan dijoinkan, sehingga mempermudah dan mempercepat dalam penulisannya. Sintaks umum :


SELECT * FROM tabel_1 a JOIN tabel_2 b

ON tabel_1.kolom_kunci_1= tabel_2.kolom_kunci_2

SUBQUERY

Query didalam Query. Misalkan : Mencari barang dengan harga termahal.


SELECT Kode_barang,Nama_barang FROM barang WHERE harga_satuan =(SELECT MAX(harga_satuan)FROM barang )


 Praktikum

1. Aktifkan database yang telah dibuat di pertemuan sebelumnya.

2. Sebelum mengerjakan latihan DML, Ubah struktur tabel kasir dengan menambahkan field

Level_Kasir char(2)

3. Ubah struktur tabel barang dengan menambahkan field Stok int

4. Eksekusi perintah berikut :


insert into kasir values ('K0003','Mirnawati rahmasari','mirna5678')

insert into kasir values ('K0004','Endang sari sukarno','endang123')

insert into kasir values ('K0005','Edi rahmawan','edi99') go

insert into pelanggan values ('P0005','Indah','Yogya',null) insert into pelanggan values ('P0006','Raihan eka', 'Sleman',null)

insert into pelanggan values ('P0007','Ekasari','Yogya',
'876265')
go

insert into barang values ('B0006','Rinso 100 gram',5000) insert into barang values ('B0007','Detergen cair Rinso 100 ml',6000)

insert into barang values ('B0008','Gulaku stick',1000) go

insert into nota values('N0001','P0001','K0001','2018-03-03 10:15:00')

insert into nota values('N0002','P0002','K0002','2018-03-04 10:10:00')

insert into nota values('N0003','P0004','K0002','2018-03-04 10:13:00')

insert into nota values('N0004','P0001','K0004','2018-03-05 11:15:00')

insert into nota values('N0005','P0004','K0001','2018-03-05 15:20:00')

insert into nota values('N0006','P0002','K0004','2018-03-05 15:25:00')

insert into nota values('N0007','P0003','K0002','2018-03-06
12:03:00')
go
insert into detail_nota values('N0001','B0001',3,2850)
insert into detail_nota values('N0001','B0002',2,2500)


insert into detail_nota values('N0001','B0005',1,18500)
insert into detail_nota values('N0002','B0007',1,6000)
insert into detail_nota values('N0003','B0003',2,8450)
insert into detail_nota values('N0003','B0004',10,1500)
insert into detail_nota values('N0004','B0001',3,2800)
insert into detail_nota values('N0004','B0008',10,1000)
insert into detail_nota values('N0004','B0003',1,8500)
insert into detail_nota values('N0005','B0003',5,8500)
insert into detail_nota values('N0006','B0007',1,6000)
insert into detail_nota values('N0006','B0002',1,2500)
insert into detail_nota values('N0006','B0005',1,20000)
insert into detail_nota values('N0007','B0003',4,8500)



Read More

Membuat Database SQL server

Untuk membuat Database SQL Server ada dua cara yang sering digunakan, cara pertama dengan cara mudah secara visual cocok untuk pemula seperti saya, dengan menggunakan fasilitas SQL Management Studio.

Caranya cukup mudah, jika sudah terkoneksi ke SQL Server, pada List Database Click kanan mouse pilih New Database. Setelah itu isikan nama database yang akan digunakan, disini contohnya nama databasenya adalah belajarsqlserver.


 Setelah ditambahkan maka dibagian list database akan terlihat database yang telah dibuat.
 Terlihat nama database belajarsqlserver berapa dibawah struktur databases. Contoh diatas adalah contoh penggunaan dengan menggunakan Microsoft SQL Server Management Studio, untuk cara lain bisa menggunakan baris command yang paling simple yaitu :

CREATE DATABASE [belajarsqlserver]

terlihat mudah, sebenarnya masih ada cara lain yang lebih kompleks misalkan membuat database dengan menetapkan letak file MDF dan LDF nya.

Semisalkan kita ingin menyimpan fisik database (MDF dan LDF)  file tersebut ada di folder c:\databasesql , maka command line yang digunakan adalah :

CREATE DATABASE belajarsqlserver
ON PRIMARY
(
      NAME='data_belajarsql',
      FILENAME='c:\databasesql\belajarsqlserver.mdf'
)
LOG ON
(
     NAME='log_belajarsql',      
     FILENAME='c:\databasesql\belajarsqlserver.ldf'
);

yang wajib diperhatikan jika menggunakan perintah pembuatan database dengan menyebutkan tempat melatakan file adalah direktory tempat file tersebut berada, apakah sudah ada apa belum, jika belum ada buat terlebih dahulu. Karena jika belum dibuat maka saat menjalankan perintah akan terjadi pesan kesalahan.

Mungkin ada pertanyaan, setelah membaca tutorial membuat database sql server, yaitu pada saat ingin menggunakan command line sql server dimana mengetikannya. Untuk mengetikan perintah cara yang paling mudah yaitu dengan menggunakan SQL Server Management Studio pada Toolbox New Query.
Tersedia query editor untuk melakukan pengetikan perintah command line pada SQL Server dan jika ingin mengeksekusi pbaris perintah yang ada dalam query editor dengan menclick toolbar Execute ! atau menggunakan tombol keyboard tombol F5



Read More

Saturday, April 14, 2018

Normalisasi Database 1INF,2INF Dan 3INF


Normalisasi Database 1INF,2INF Dan 3INF


Pengertian Normalisasi

Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis data yang mengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi).
Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan.
Tujuan Normalisasi

Untuk menghilang kerangkapan data
Untuk mengurangi kompleksitas
Untuk mempermudah pemodifikasian data
Proses Normalisasi

Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.
Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.
Pentingnya Normalisasi

Suatu rancangan database disebut buruk jika :

Data yang sama tersimpan di beberapa tempat
(file atau record)
Ketidakmampuan untuk menghasilkan informasi
tertentu
Terjadi kehilangan informasi
Terjadi adanya redudansi (pengulangan) atau duplikasi data sehingga memboroskan ruang penyimpanan dan menyulitkan saat proses updating data
Timbul adanya NULL VALUE.
Kehilangan informasi bisa terjadi bila pada waktu merancang database
(melakukan proses dekomposisi yang keliru).
Bentuk normalisasi yang sering digunakan adalah 1st NF, 2nd NF, 3rd NF,

dan BCNF.

Normalisasi Database
Normalisasi database terdiri dari banyak bentuk, dalam ilmu basis data ada setidaknya 9 bentuk normalisasi yang ada yaitu 1NF, 2NF, 3NF, EKNF, BCNF, 4NF, 5NF, DKNF, dan 6NF. Namun dalam prakteknya dalam dunia industri bentuk normalisasi ini yang paling sering digunakan ada sekitar 5 bentuk.

Normal Form

Data yang direkam dan dimasukkan secara mentah dalam suatu tabel pada bentuk ini sangat mungkin terjadi inkonsistensi dan anomali data

Contoh Normal Form


Pada bentuk ini ada beberapa ciri ciri yang penting, yang pertama adalah akan terjadi anomali dalam insert, update, dan delete. Hal ini menyebabkan beberapa fungsi DML dalam SQL tidak dapat berjalan dengan baik. Sebagai contoh jika ingin menghapus penerbit maka data judul buku akan ikut terhapus begitu juga jika ingin menghapus peminjam, maka data penerbit dan buku yang harusnya tidak terhapus akan ikut hilang.

First Normal Form (1NF)

Bentuk normal yang pertama atau 1NF mensyaratkan beberapa kondisi dalam sebuah database, berikut adalah fungsi dari bentuk normal pertama ini.

Menghilangkan duplikasi kolom dari tabel yang sama.
Buat tabel terpisah untuk masing-masing kelompok data terkait dan mengidentifikasi setiap baris dengan kolom yang unik (primary key).
Contoh Normalisasi Database 1NF
Pada intinya bentuk normalisasi 1NF ini mengelompokkan beberapa tipe data atau kelompok data yang sejenis agar dapat dipisahkan sehingga anomali data dapat di atasi. Contoh adalah ketika kita ingin menghapus, mengupdate, atau menambahkan data peminjam, maka kita tidak bersinggungan dengan data buku atau data penerbit. Sehingga inkonsistensi data dapat mulai di jaga.

Second normal form (2NF)

Syarat untuk menerapkan normalisasi bentuk kedua ini adalah data telah dibentuk dalam 1NF, berikut adalah beberapa fungsi normalisasi 2NF.

Menghapus beberapa subset data yang ada pada tabel dan menempatkan mereka pada tabel terpisah.
Menciptakan hubungan antara tabel baru dan tabel lama dengan menciptakan foreign key.
Tidak ada atribut dalam tabel yang secara fungsional bergantung pada candidate key tabel tersebut.
Contoh normalisasi database bentuk 2NF

Contoh di atas kita menggunakan tabel bantuan yaitu tabel transaksi, pada intinya bentu kedua ini adalah tidak boleh ada field yang berhubungan dengan field lainnya secara fungsional. Contoh Judul Buku tergantung dengan id_Buku sehingga dalam bentuk 2NF judul buku dapat di hilangkan karena telah memiliki tabel master tersendiri.

Third Normal Form (3NF)

Normalisasi database dalam bentuk 3NF bertujuan untuk menghilangkan seluruh atribut atau field yang tidak berhubungan dengan primary key. Dengan demikian tidak ada ketergantungan transitif pada setiap kandidat key. Syarat dari bentuk normal ketiga atau 3NF adalah :

Memenuhi semua persyaratan dari bentuk normal kedua.
Menghapus kolom yang tidak tergantung pada primary key.
Contoh Normalisasi Database Bentuk 3NF

Tidak semua kasus atau tabel dapat kita sesuaikan dengan berbagai bentuk normalisasi ini, untuk contoh 3NF kita akan mengambil contoh dari tabel order.

Pada tabel pertama di atas, apakah semua kolom sepenuhnya tergantung pada primary key? tentu tidak, hanya saja ada satu field yaitu total yang bergantung pada harga dan jumlah, total dapat dihasilkan dengan mengalikan harga dan jumlah. Bentuk 3NF dalam tabel di atas dapat dilakukan dengan membuang field Total.
Read More

Cara Merancang Database

Merancang Database

Merancang database merupakan hal yang pertama kali harus dilakukan sebelum membuat suatu aplikasi berbasis database. Rancangan database yang
baik akan menentukan seberapa baik sebuah aplikasi dibangun. Orang yang
bertanggung jawab dalam merancang database biasanya disebut sebagai seorang sistem analis.
Berikut ini contoh sederhana sebuah rancangan database dalam pada
Sistem Pemesanan Barang (ordering system). Rancangan database disajikan dalam bentuk class diagram.



Baca juga : Mengenal Database

 - Aturan Dasar Dalam Merancang Database


Umpamanya seperti  ketika kita ingin meraih sesuatu, maka kita harus ikuti aturan main hal tersebut, begitupun dalam menciptakan struktur database yang baik, maka perlu diperhatikan aturan-aturan tersebut, berikut ini adalah yang perlu diperhatikan dalam merancang database:

Tabel dalam database tidak boleh mengandung data ganda atau tidak boleh terjadi redudancy data.
Setiap tabel dalam database harus memiliki kolom yang unik, kolom unik ini nantinya akan menjadi kunci utama pada setiap tabel didalam database (primary key)
Merancang database hendaknya memperhatikan apakah rancangan dapat menampung data sesuai yang dibutuhkan.
Dapat dikembangkan dengan mudah.
Memenuhi kebutuhan sistem, sehingga sistem tersebut dapat dikembangkan dengan mudah.
Dari aturan diatas maka hasil yang diharapkan ketika melakukan perancangan database adalah akan mendukung pengoperasian-pengoperasian dan tujuan organisasi, berikut ini tujuan dari perancangan database:

Untuk menyajikan data dan hubungan antar data yang diperlukan oleh pemakai dan aplikasi.
Untuk mempermudah pemahaman informasi.
Untuk melengkapi model data yang mendukung transaksi-transaksi yang diperlukan.
Untuk mendukung proses permintaan seperti waktu respon, waktu proses dan tempat penyimpanan.


Tipe-tipe Tabel MySQL

Salah satu kelebihan dari MySQL adalah Anda dapat mendefinisikan tipe
untuk tiap tabel. MySQL mendukung beberapa tipe tabel, tergantung konfigurasi saat proses instalasi MySQL. MySQL memiliki 3 (tiga) tipe data utama, yaitu MyISAM, InnoDB dan HEAP.
Jika kita tidak menyebutkan tipe tabel saat membuat tabel, maka tipe tabel
otomatis akan dibuat sesuai konfigurasi default server MySQL. Hal ini ditentukan oleh variabel default-table-type di file konfigurasi MySQL.

1. MyISAM
Tipe tabel MyISAM merupakan tipe tabel yang sederhana, stabil dan mudah
digunakan. Jika kita akan menyimpan data sederhana yang tidak terlalu rumit,
maka gunakanlah tipe tabel ini. Kelebihan utama MyISAM adalah kecepatan dan kestabilannya. Jika kita memilih tipe tabel MyISAM, maka MySQL secara otomatis akan menentukan salah satu dari tiga jenis tabel MyISAM, yaitu :

a. MyISAM static. Jenis ini digunakan ketika semua kolom dalam tabel
didefinisikan dengan ukuran yang pasti (fixed). Dengan kata lain, tidak ada
kolom yang memiliki tipe seperti VARCHAR, TEXT dan BLOB. Karena sifatnya
yang fixed, maka jenis ini akan lebih cepat, aman dan stabil.

b. MyISAM dymanic. Jenis ini digunakan ketika terdapat kolom dengan tipe
yang dinamis, seperti tipe kolom VARCHAR. Keuntungan utama dari jenis ini
adalah ukuran yang dinamis. Jadi sifatnya lebih efektif karena ukuran data
(file) menyesuaikan isi dari masing-masing kolom (field).

c.MyISAM Compressed. Kedua jenis MyISAM, static dan dynamic dapat
dikompresi menjadi satu jenis yaitu MyISAM Compressed dengan perintah
myisamchk. Tentunya hasilnya lebih kecil dari segi ukuran. Tabel yang
terkompresi tidak dapat dikenakan operasi seperti INSERT, UPDATE dan
DELETE.

2. InnoDB
Tipe tabel InnoDB merupakan tipe tabel MySQL yang mendukung proses
transaksi. Tipe ini memiliki beberapa keunggulan, antara lain:
a. Mendukung transaksi antar tabel.
b. Mendukung row-level-locking.
c. Mendukung Foreign-Key Constraints.
d. Crash recovery.

3. HEAP
Tabel dengan tipe HEAP tidak menyimpan datanya di hardisk, tetapi
menyimpan di RAM (memori). Tipe tabel ini biasanya digunakan sebagai tabel
sementara (temporary). Tabel secara otomatis akan dihapus (hilang) dari MySQL
saat koneksi ke server diputus atau server MySQL dimatikan.






Read More

Mengenal Database



www.kreatif-coding.com

Belajar mengenal Database

khususnya bagi programmer web atau programmer database mugkin tidak asing dengan nama database ini tapi ini mimin buat ini bukan hanya orang yang pro saja namun bisa untuk orang yang  mau belajar database , simak penjelasan dibawah ini

DATABASE
Basis data (database) adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer yang dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi berupa tipe data, struktur data dan juga batasan-batasan pada data yang akan disimpan. Basis data merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem informasi karena berfungsi sebagai gudang penyimpanan data yang akan diolah lebih lanjut. Basis data menjadi penting karena dapat mengorganisasi data, menghidari duplikasi data, menghindari hubungan antar data yang tidak jelas dan juga update yang rumit.
Proses memasukkan dan mengambil data ke dan dari media penyimpanan data memerlukan perangkat lunak yang disebut dengan sistem manajemen basis data (database management system | DBMS). DBMS merupakan sistem perangkat lunak yang memungkinkan pengguna basis data (database user) untuk memelihara, mengontrol dan mengakses data secara praktis dan efisien. Dengan kata lain, semua akses ke basis data akan ditangani oleh DBMS. DBMS ini menjadi lapisan yang menghubungkan basis data dengan program aplikasi untuk memastikan bahwa basis data tetap terorganisasi secara konsisten dan dapat diakses dengan mudah.

Baca juga : Pengertian HTML

Pembagian basis data.

Menurut jenisnya, basis data dapat dibagi menjadi:

a. Basis data flat-file.

Basis data ini ideal untuk data berukuran kecil dan dapat dirubah dengan mudah. Pada dasarnya, basis data flat-file tersusun dari sekumpulan string dalam satu atau lebih file yang dapat diurai untuk mendapatkan informasi yang disimpan. Basis data flat-file cocok untuk menyimpan daftar atau data yang sederhana dan dalam jumlah kecil. Basis data flat-file akan menjadi sangat rumit apabila digunakan untuk menyimpan data dengan struktur kompleks walaupun dimungkinkan pula untuk itu. Beberapa kendala dalam menggunakan basis data jenis ini adalah rentan pada korupsi data karena tidak adanya penguncian yang melekat ketika data digunakan atau dimodifikasi dan juga adanya duplikasi data yang mungkin sulit dihindari. Salah satu tipe basis data flat-file adalah file CSV yang menggunakan pemisah koma untuk setiap nilainya.

b. Basis data relasional.

Basis data ini mempunyai struktur yang lebih logis terkait cara penyimpanan. Kata "relasional" berasal dari kenyataan bahwa tabel-tabel yang ada di basis data relasional dihubungkan satu dengan lainnya. Basis data relasional menggunakan sekumpulan tabel dua dimensi yang masing-masing tabel tersusun atas baris (tupel) dan kolom (atribut). Untuk membuat hubungan antara dua atau lebih tabel, digunakan key (atribut kunci) yaitu primary key di salah satu tabel dan foreign key di tabel yang lain. Saat ini, basis data relasional menjadi pilihan utama karena keunggulannya. Program aplikasi untuk mengakses basis data relasional menjadi lebih mudah dibuat dan dikembangkan dibandingkan dengan penggunaan basis data flat-file.
ada beberapa  kekurangan yang mungkin dirasakan di basis data jenis ini adalah implementasi yang lebih sulit untuk data dalam jumlah besar dengan tingkat kompleksitasnya yang tinggi. Selain itu, proses pencarian informasi juga menjadi lebih lambat karena perlu menghubungkan tabel-tabel terlebih dahulu apabila datanya tersebar di beberapa tabel. Namun, terlepas dari beberapa kekurangannya, basis data relasional telah digunakan secara luas. Saat ini, basis data relasional telah banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan dari skala kecil, menengah hingga besar. Beberapa basis data ternama yang ada saat ini, baik yang berasal dari sumber terbuka (open source) atau yang komersil, adalah juga basis data relasional.

B.  Basis data Oracle.

Oracle merupakan basis data relasional terkemuka yang dimiliki oleh Oracle Corporation. Oracle telah dianggap sebagai basis data terbaik untuk versi basis data komersial. Oracle sendiri tersedia dalam berbagai konfigurasi dengan cakupan tool yang dapat disesuaikan untuk perusahaan skala kecil, menengah hingga besar yang membutuhkan solusi yang terbaik dan tepat dari sebuah basis data untuk keperluan bisnisnya. Beberapa kalangan mengatakan bahwa Oracle dianggap lebih baik untuk masalah kinerja dan skalabilitas dibandingkan dengan basis data komersil lainnya.
Sejarah Oracle dimulai pertama kali pada tahun 1977 ketika versi pertamanya dikembangkan oleh SDL (Software Development Laboratories) yang di dalamnya terdapat Larry Ellison dan dua temannya, Bob Miner dan Ed Oates. Nama Oracle sendiri berasal dari nama kode (code-name) sebuah proyek yang didanai oleh CIA ketika Larry Ellison bekerja di pekerjaan sebelumnya di Ampex. Pada tahun 1979, versi komersial Oracle tersedia untuk pertama kali, sedangkan versi terkini Oracle adalah Oracle 12c, dimana "c" mengacu pada cloud computing (komputasi awan). Cloud computing merupakan refleksi kerja Oracle untuk memperluas basis datanya yang memungkinkan perusahaan mengkonsolidasi dan mengelola basis data sebagai cloud service.


c. Basis data SQL.

SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk menjalankan perintah manipulasi atau mengakses data pada database. SQL biasanya disebutnya sebagai Query, apakah SQL juga bisa digunakan untuk DBMS MySQL? tentu, semua DBMS didunia menggunakan perintah yang namakan SQL, istilah ini adalah umum untuk penamaan bahasa database.

SQL ini termasuk bahasa komputer yang mengikuti standar ISO dan ANSI (American National Standard Institute), dimana pertama kali ditetap dalam IBM pada tahun 1970, standar tersebut tidak bergantung pada mesin atau komputer yang digunakan. Pada umumnya semua perangkat lunak atau software database (DBMS) ini mengerti SQL atau mengenal SQL, sehingga perintah pada setiap perangkat lunak database hampir memiliki perintah yang sama.

Pada umumnya terdapat 3 (tiga) jenis perintah SQL yang bisa digunakan oleh SQL, yaitu: DDL (Data Definition Language), DML (Data Manipulation Language), dan DCL (Data Control Language). Berikut ini penjelasan dan daftar masing-masing perintah SQL tersebut:

- DDL atau Data Definition Language
DDL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan pendefinisian suatu struktur database, dalam hal ini database dan table. Beberapa perintah dasar yang termasuk DDL ini antara lain :

CREATE
Seperti namanya, perintah create digunakan untuk membuat sesuatu, dalam hal ini adalah database dan table.
ALTER
Perintah alter digunakan untuk merubah struktur atau mengubah informasi. Perintah alter bisa digunakan untuk database ataupun table.
RENAME
Perintah rename biasanya digunakan untuk mengubah nama table, apabila sebuah table ingin diganti namanya.
DROP
Perintah drop digunakan untuk menghapus, maka apabila menggunakan perintah ini harus berhati-hati karena drop dapat mengakses database, tabel, kolom, index, procedure dan yang lainnya.

- DML atau Data Manipulation Language
DML merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi atau pengolahan data atau record dalam table. Perintah SQL yang termasuk dalam DML antara lain:

SELECT
Perintah select digunakan untuk menampilkan data-data yang ada didalam tabel pada suatu database.
INSERT
Perintah insert digunakan untuk menambahkan data pada tabel yang terdapat didalam database.
UPDATE
Update digunakan untuk mengubah data, atau memodifikasi data yang terdapat didalam tabel.
DELETE
Perintah delete digunakan untuk menghapus data atau record didalam table.

- DCL atau Data Control Language
DCL merupakan perintah SQL yang berhubungan dengan manipulasi user dan hak akses (priviledges). Perintah SQL yang termasuk dalam DCL antara lain :

GRANT
Perintah grant digunakan untuk memberikan hak akses atau izin pada user di database untuk dapat mengakses database tersebut. Selain itu perintah grant juga dapat digunakan untuk menambahkan user atau pengguna baru di DBMS.
REVOKE
Perintah revoke adalah kebalikan dari perintah grant, perintah revoke digunakan untuk menghapus atau atau mencabut izin hak akses.
Penjelasan diatas hanya sebatas sebagian pengertian SQL dan perintah-perintah yang umumnya digunakan dalam mengakses atau memanipulasi database. Tulisan ini bisa digunakan sebagai bayangan apabila kita ingin belajar query database.

Read More